Bisnis

Alumni Universitas Nusa Mandiri Bagikan Kunci Financial Freedom dan Work-Life Balance bagi Generasi Mandiri

01 September 2026 Angga Bisa 74 views 0 Comments
Alumni Universitas Nusa Mandiri Bagikan Kunci Financial Freedom dan Work-Life Balance bagi Generasi Mandiri
Ringkasan: Afriansyah, S.Kom., Business Partner sekaligus alumni Universitas Nusa Mandiri, membagikan pandangannya mengenai financial freedom dan work-life balance bagi generasi mandiri. Menurutnya, membangun kemandirian perlu dimulai dengan menentukan tujuan melalui konsep To Do, To Have, dan To Be yang disusun secara terarah untuk satu hingga lima tahun ke depan.

Jakarta — Memiliki kebebasan finansial (financial freedom) sekaligus keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) menjadi salah satu tujuan yang banyak diidamkan generasi muda saat ini. Hal tersebut turut menjadi perhatian Afriansyah, S.Kom., Business Partner sekaligus alumni Universitas Nusa Mandiri, dalam membangun perjalanan karier dan usahanya.

Dalam sebuah perbincangan yang direkam di Filosofi Warrrkop, kafe yang dikelolanya, Afriansyah mengungkapkan bahwa keinginan untuk memiliki kebebasan dalam mengatur waktu dan kehidupan menjadi salah satu alasan penting dalam membangun usaha.

Menurutnya, menjadi seorang pengusaha memberikan ruang untuk mengatur aktivitas secara lebih fleksibel. Tidak selalu harus bekerja setiap hari dengan intensitas yang sama, seseorang dapat menentukan kapan harus fokus mengejar target dan kapan mengambil waktu untuk beristirahat.

“Financial freedom” dan “work-life balance” menjadi istilah yang menurut Afriansyah semakin banyak diperbincangkan oleh generasi muda, termasuk Generasi Z dan Generasi Y. Baginya, kebebasan tersebut bukan sekadar mengenai memiliki banyak uang, tetapi juga kemampuan untuk memiliki kendali yang lebih baik terhadap waktu dan arah kehidupan.

Namun, untuk mencapai kondisi tersebut diperlukan perencanaan yang jelas. Afriansyah membagikan pendekatan sederhana yang dapat digunakan generasi muda untuk mulai merancang masa depan, yaitu dengan menentukan tiga hal: To Do, To Have, dan To Be.

To Do berkaitan dengan apa yang ingin dilakukan, To Have mengenai apa yang ingin dimiliki, sedangkan To Be menggambarkan ingin menjadi pribadi seperti apa di masa mendatang.

“Teman-teman yang mau mulai usaha, ada tiga yang harus dilakukan: what do you want to do, to have mau punya apa, dan to be dia mau jadinya seperti apa,” jelas Afriansyah.

Ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya memiliki keinginan secara umum, tetapi mulai menuangkannya dalam target yang lebih terukur. Ketiga aspek tersebut dapat dirancang untuk jangka waktu tertentu, misalnya target satu tahun hingga lima tahun ke depan.

Menurut Afriansyah, kebiasaan menetapkan tujuan tersebut dapat membantu seseorang memiliki arah yang lebih jelas dalam menjalani karier, membangun usaha, maupun mengembangkan kehidupan personal.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi generasi muda yang saat ini tidak hanya mengejar kesuksesan karier, tetapi juga mulai mempertimbangkan kualitas hidup, fleksibilitas waktu, serta kesempatan untuk berkembang sesuai dengan tujuan pribadi.

Melalui pengalamannya sebagai business partner dan alumni Universitas Nusa Mandiri, Afriansyah mengajak generasi muda untuk mulai membangun kemandirian dengan menentukan apa yang ingin dilakukan, apa yang ingin dicapai, dan sosok seperti apa yang ingin diwujudkan di masa depan.

Karena financial freedom bukan hanya tentang bebas secara finansial, tetapi juga tentang memiliki tujuan dan kendali atas kehidupan yang ingin dijalani.

Lokasi: Filosofi Warrrkop , Jl. Rata Gana Jl. Prasaja No.Komplek, Tajurhalang, Kec. Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16320

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada berita ini!
Tinggalkan Komentar